X6P58KpuBfdX9YvoDfejjA12jdjgThuq3ef2E1Tb
Sonny Ogawa
Kumpulan Cerita Silat Online Indonesia dan Mandarin

Serial Pendekar Pedang Siluman Darah

Cerita silat Indonesia Serial Pendekar Pedang Siluman Darah Karya Sandro S

Cerita Silat Karya Sando S

Jaka yang telah tahu kehebatan Siluman Buaya Putih dihadapannya, dengan segera menyerangnya. Ajian Bledek Sewu sampai ajian Kalimusada dilancarkannya. Namun seperti yang sudah-sudah, segala ajian itu tak berarti apa-apa bagi Ki Prahista yang telah berubah menjadi buaya putih.

Cerita Silat Indonesia Serial Pendekar Pedang Siluman Darah Karya Sandro S

"Edan! Kalau begini caranya aku bisa mati kehabisan tenaga." Ketika keputus-asaan tengah melanda hatinya, seketika Jaka kembali teringat pada ayayahnya.

"Akan aku coba dengan apa yang dikatakan ayah. Semoga dengan pedang Siluman Darah aku dapat mengalahkannya. "Dening Dewi Ratu Siluman Darah, datanglah!" Seketika di tangan Jaka telah tergenggam sebuah pedang yang bersinar memancarkan sinar merah kekuning-kuningan.

Ki Prahista yang telah berubah menjadi Buaya Putih, nampak tersentak kaget demi melihat pedang ditangan Jaka yang memancarkan sinar merah kekuningan. Dari ujung pedang itu menetes darah merah membasahi batang pedang. Ketika Ki Prahista tengah tersentak, dengan segera Jaka berkelebat cepat. Ditebaskan pedang di tangannya ke tubuh Ki Prahista yang seketika itu menjerit. Tubuh Ki Prahista seketika terbelah menjadi dua, ambruk ketanah.

Bersamaan dengan matinya Ki Prahista, di kawah Chandra Bilawa terjadi suatu keanehan. Kawah Chandra Bilawa seketika meledak, menyemburkan lahar panas ke angkasa. Bebatuan yang ada di sekitar kawah seketika runtuh dan menutupi kawah Chandra Bilawa hingga rata dengan tanah.

Seorang pemuda berlari-lari dengan cepatnya menuju ke kawah Chandra Bilawa yang meledak-ledak bagaikan mengamuk. Pemuda itu yang tak lain Jaka Ndableg. Menangis sembari memandangi kawah Chandra Bilawa yang telah rata dengan tanah.

"Ayah...! Kenapa ayah harus begini? Betapa besar pengorbananmu, ayah," Jaka menangis di depan bekas kawah Chandra Bilawa. Kembali ia teringat apa yang telah diucapkan oleh ayahnya sebulan yang lalu.

Dari belakang para tokoh anggota Perserikatan Pendekar Sakti datang menghampiri. Mereka segera turut bersimpuh, memanjatkan do'a untuk penghuni kawah Chandra Bilawa. Pedang Siluman Darah lenyap dari genggamannya. Pedang itu akan datang sendiri bila Jaka menyebut "Dening Ratu Siluman Darah, Datanglah!" Maka tanpa dicari, Pedang Siluman Darah pun akan datang sendiri dan telah berada digenggamannya...

  1. Rahasia Pedang Siluman Darah
  2. Ratu Penggoda Siluman Muka Ayu
  3. Titisan Budak Iblis
  4. Memburu Bah Jenar
  5. Hidung Belang Penghisap Darah
  6. Geger Kitab Inti Jagad
  7. Misteri Bunga Mawar Kematian
  8. Pembalasan Dewi Bunga Kematian
  9. Demi Tahta dan Cinta
  10. Kutukan Brahmana Loka Arya
  11. Utusan Iblis
  12. Pembalasan Surti Kanti
  13. Misteri Penguasa Gunung Lanang
  14. Bidadari Selendang Ungu
  15. Sumpah Si Durjana
  16. Cinta Memendam Dendam
  17. Pertarungan Dua Datuk
  18. Munculnya Ratu Siluman Darah
  19. Rahasia Suling Kematian
  20. Penguasa Bukit Karang Bolong
  21. Ratu Maksiat Telaga Warna
  22. Bocah Kembaran Setan
  23. Misteri Si Cadar Berdarah
  24. Kitab Pembawa Bencana
  25. Munculnya Kera Siluman
  26. Takanata Iblis Nippon
  27. Runtuhnya Samurai Iblis
Serial selanjutnya;