Bayangan Bidadari

Cerita silat Mandarin non serial karya Kho Ping Hoo. Bayangan Bidadari (Sian-li Eng-cu)
Sonny Ogawa
Bayangan Bidadari
(Sian Li Eng Cu)
Karya Kho Ping Hoo

(Cuplikan) Dunia Kang-ouw (Dunia Persilatan) mulai mengenal Si Bayangan Bidadari yang baru muncul, sosok bayangan wanita muda, cantik jelita yang kabarnya demikian hebatnya sehingga mampu menandingi Pak Lo-Kui atau Datuk Utara!

Pada waktu itu, seluruh daratan Cina telah dikuasai dan dijajah oleh Mongol yang mendirikan Kerajaan atau Dinasti Goan (1279-1368). Yang menjadi Kaisar adalah Kublai Khan (1260-1294), cucu Jenghis Khan pendiri Kerajaan Mongol dan dibawah pimpinan Kaisar Kublai Khan yang meneruskan ambisi besar Jenghis Khan. Dinasti Goan menjadi semakin jaya dan besar.

Kisah ini terjadi, pada saat In Hong berusia dua puluh tahun, sekitar tahun 1290. Biarpun dalam sejarah tercatat betapa para patriot Kerajaan Sung yang telah jatuh oleh bangsa Mongol itu tiada hentinya berjuang untuk membela tanah air dan berusaha mengusir bangsa Mongol.

Namun banyak pula orang-orang yang berjiwa licik dan tidak segan-segan mengkhianati bangsa sendiri. Mereka ini rela menjadi antek-antek penjajah, berkhianat dengan menunjukkan di mana adanya para patriot, bahkan ada pula yang menggunakan kepandaian ikut membantu pasukan Mongol membasmi para patriot.

Semua ini tentu saja dengan imbalan berupa harta benda dan pangkat tinggi untuk memperoleh kekuasaan. Sudah menjadi siasat para penjajah diseluruh dunia, Kerajaan Goan atau bangsa Mongol juga menggunakan harta dan pangkat untuk memancing orang-orang pribumi untuk menjadi antek mereka.

Siasat ini amat menguntungkan mereka dalam berbagai hal. Pertama, mereka dapat memanfaatkan para pengkhianat bangsa itu untuk menjadi mata-mata mengikuti gerak-gerik para pejuang yang memusuhi penjajah dan hal ini tentu lebih mudah dilakukan para pribumi sendiri.

Pada waktu itu, mereka yang batinnya dikuasai nafsu sendiri, yang hanya ingin mencari kesenangan duniawi, tidak segan menggunakan segala cara untuk memperoleh harta dan pangkat. Bahkan tidak segan menjual tanah air dan bangsa, berkhianat terhadap bangsa sendiri, mengabdi kepada penjajah Mongol. Sebagai imbalannya, mereka memperoleh kedudukan, kekuasaan dan harta benda.

Tentu saja kekuasaan mereka itu terbatas, bahkan hanya kekuasaan untuk menekan rakyat bangsa sendiri, akan tetapi kepada atasan mereka, yaitu kepada pembesar Mongol, mereka harus merendahkan diri, dan terutama harus pandai menjilat bermuka-muka.

Pada waktu itu, banyak orang berjiwa rendah menjadi orang-orang kaya mendadak. Mereka yang tadinya dari keluarga miskin, setelah berjasa terhadap penjajah dan memperoleh kekuasaan, tidak menyia-nyiakan kekuasaannya itu untuk mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Maka bermunculanlah bangsawan-bangsawan pribumi yang suka bertindak sewenang-wenang, menggunakan hukum sebagai modal untuk membenarkan pengumpulkan harta mereka.

Mereka yang menjadi pejabat yang bertugas mengadili, selalu membenarkan mereka yang mampu menyogok dengan uang banyak walaupun penyogok itu bersalah, dan sebaliknya menyalahkan yang benar namun yang tidak mampu memberi uang suapan. Bahkan para penjahat dapat berlindung di balik bayang-bayang pejabat yang menerima pembagian hasil kejahatan mereka.

Karena ulah para pengkhianat bangsa ini, maka kaum pendekar bukan hanya membenci bangsa Mongol yang menjajah, melainkan lebih membenci lagi bangsa sendiri yang menjadi antek penjajah itu. Karena untuk memberontak dan menggulingkan Kerajaan Goan merupakan hal yang mustahil, mengingat betapa kuatnya bala tentara Mongol, maka para pendekar kini lebih mengutamakan melindungi rakyat dan menentang para penjahat, termasuk para bangsawan penindas rakyat.

Biarpun Kwee In Hong digembleng berturut-turut oleh dua orang Guru yang tergolong sebagai Datuk sesat yang aneh dan kejam. Namun kedua orang Gurunya itu bukanlah tergolong orang yang suka melakukan kejahatan. Maka sejak dulu, Kwee In Hong puteri Ayah-Ibu yang berwatak baik bahkan budiman dan dermawan, juga berwatak adil, suka melindungi mereka yang lemah dan membutuhkan bantuan.

la memang mewarisi watak kejam dari kedua orang Gurunya, namun kekejamannya itu ditujukan kepada orang-orang yang dianggap jahat dan dimusuhinya. Dalam perantauannya, setiap kali melihat ketidak-adilan merajalela, In Hong pasti turun tangan membasmi yang jahat dan membela mereka yang lemah tertindas.

Nama julukannya sebagai Sian Li Eng Cu (Bayangan Bidadari) semakin terkenal. Tidak ada orang yang tahu bahwa nama aselinya adalah Kwee In Hong, karena kalau ia terpaksa harus menggunakan nama, Ia memakai nama Put Hauw Li (Gadis Tidak Berbakti)...

Cerita silat Mandarin karya Kho Ping Hoo
Bayangan Bidadari Jilid 01
Bayangan Bidadari Jilid 02
Bayangan Bidadari Jilid 03
Bayangan Bidadari Jilid 04
Bayangan Bidadari Jilid 05
Bayangan Bidadari Jilid 06
Bayangan Bidadari Jilid 07
Bayangan Bidadari Jilid 08
Bayangan Bidadari Jilid 09
Bayangan Bidadari Jilid 10
Bayangan Bidadari Jilid 11
Bayangan Bidadari Jilid 12
Bayangan Bidadari Jilid 13
Bayangan Bidadari Jilid 14
Bayangan Bidadari Jilid 15
Bayangan Bidadari Jilid 16
Bayangan Bidadari Jilid 17
Bayangan Bidadari Jilid 18
Bayangan Bidadari Jilid 19
Bayangan Bidadari Jilid 20
Bayangan Bidadari Jilid 21
TAMAT
Kisah sebelumnya,
SEPASANG PENDEKAR KEMBAR
Kisah selanjutnya,