Pendekar Pedang Pelangi Jilid 28 Ho Hou dan pengikut-pengikutnya memang tidak bisa ditahan lagi. Walau dia dan Liok-kui-tin belum bisa menaklukkan lawan masing-masing, tetapi Mo G…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 27 Pendekar Pedang Pelangi Jilid 27 karya Sriwidjono - KEBERINGASAN mereka justru dimanfaatkan oleh pasukan Hun. Para komandan pasukan Hun yang cerdik…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 26 Tapi setiap kali ada prajurit terjatuh, prajurit yang lain segera datang menggantikan. Mereka mengalir seperti semut yang tidak ada habisnya. Meliha…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 25 Pendekar Pedang Pelangi Jilid 25 karya Sriwidjono - “TING MOI, mari kita padamkan dulu api-api itu!” Tio Siau In dan Yok Ting Ting berusaha memadam…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 24 Pendekar Pedang Pelangi Jilid 24 karya Sriwidjono - HENING sejenak. Terdengar suara jengkerik di pojok ruangan. “Ah, tampaknya hari sudah malam. Ho…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 23 Pendekar Pedang Pelangi Jilid 23 karya Sriwidjono - Menurut penuturan Ho Bing, Chin Tong Sia adalah adik seperguruan Put-pai-siu Hong-jin. Sementar…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 22 Pendekar Pedang Pelangi Jilid 22 karya Sriwidjono - “TENTU saja kami terima dengan senang hati. Siapapun akan bergembira menerima kunjungan tokoh B…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 21 Pendekar Pedang Pelangi Jilid 21 karya Sriwidjono - SELANJUTNYA kedua orang itu berhadapan muka seperti ayam aduan. Dan tampaknya mereka tak ingin …
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 20 Namun kepergian Pengeran Liu Wan Ti tidak mempengaruhi kelangsungan rencana Au-yang Goanswe selanjutnya. Jendral tua yang sudah teracuni dendam kesu…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 19 Ketika dinding pondok itu mulai terkoyak api, maka satu persatu kayu penahan gentingpun mulai berjatuhan pula. Sementara itu di bagian bawah, tiang …
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 18 Tapi keadaan itu justru membuat hati Ho Bing semakin mantap. Dia sudah siap untuk mati bersama kalau perlu. “Yok Ciangbun, kau tidak punya kesempa…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 17 Demikianlah, dalam keadaan kaget Giam-lo Sam-kui tidak menyangka kalau selendang yang berputar di atas kepala Kwa Yung Ling itu mendadak terputus me…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 16 Setelah membersihkan pasir yang mengotori pakaian mereka. Soat Ban Ong dan Bok Kek Ong mendekati A Liong kembali. Kini cara mereka memandang kepad…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 15 Soat Ban Ong menatap mata A Liong beberapa saat lamanya, kemudian, menghela napas panjang berkali-kali. “Kelihatannya laut di sini biasa-biasa saj…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 14 Akan tetapi sebaliknya, Tio Ciu In Hampir pingsan mendapat perlakuan seperti itu. Rasanya takut, malu dan ngeri, membuat gadis itu seperti kehilan…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 13 “Mati aku!” diam-diam Siau In berdesah di dalam hati. “Orang itu mempunyai ginkang yang sangat tinggi. Sekali saja aku salah langkah, orang itu tent…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 12 “Tapi apakah anak itu masih berada di sana? Apakah Ia tidak kembali lagi ke kota?”
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 11 Akan tetapi setiap orang yang berpapasan dengan mereka tetap saja memandang dengan kagum, terutama kepada Tio Ciu In yang ayu itu. Untunglah merek…
Pendekar Pedang Pelangi Jilid 09 Su Hiat Hong tidak menjawab. Ia memang pernah mengutarakan kecurigaannya kepada Lim Kok Liang, bahwa pihak kerajaan menangani masalah Perlombaan M…