Pedang Sinar Emas (Kim Kong Kiam) Karya Kho Ping Hoo - Peristiwa ini terjadi di abad kedua belas, pada waktu itu pemerintah yang menguasai Tiongkok adalah pemerintah Goan tiauw. Pemerintah ini sebenarnya tidak lebih hanyalah sebuah pemerintah boneka yang bekerja dibawah injakan kaki Bangsa Mongol.
Setelah bala tentara Mongol yang amat kuat di bawah pimpinan Jengis khan, kemudian dilanjutkan oleh pimpinan yang amat kuat dari Mancu yang disebut Raja besar dan setelah raja besar ini tewas dalam peperangan lalu diganti oleh Kubilai Khan lalu mengalahkan seluruh raja raja kecil di Tiongkok seperti Kerajaan Hsia, Kin dan Song, maka Kubilai Khan lalu mendirikan Kerajaan Goan-tiauw.
Pemerintah Mongol ini amat kuat dan pandai melumpuhkan semangat perlawanan rakyat Tiongkok. Rakyat dibagi menjadi empat tingkat, yakni yang pertama tentu saja orang orang Mongol sendiri, ke dua adalah orang orang Semu (yang bermata biru atau coklat) ke tiga orang orang Han dan ke empat adalah orang orang Selatan. Tentu saja yang memegang kekuasaan adalah orang orang Mongol, dibantu oleh orang Semu.
Banyak juga orang-orang Han yang menduduki pangkat tinggi, akan tetapi dapat dipastikan bahwa orang-orang Han ini adalah orang-orang yang berhati pengecut dan penjilat, yang tidak segan-segan untuk menindas bahkan memfitnah secara keji kepada bangsa sendiri hanya untuk menjilat telapak kaki orang-orang Mongol agar mereka mendapatkan kedudukan baik.
Orang-orang Han dan orang selatan, amat dihina dan ditindas. Contohnya mereka ini tidak boleh membawa bawa senjata tajam, tidak boleh memelihara kuda, tidak boleh berburu binatang dan tidak boleh lagi main silat. Siapa saja yang berani melakukan pelanggaran ini, langsung dicap sebagai pemberontak dan dibunuh! Oleh karena itu, orang-orang Han menjadi ketakutan dan hidup penuh penderitaan.
Mereka ini dikumpulkan dan setiap dua puluh orang keluarga disatukan dan dibentuklah sekelompok yang disebut 'cia', yakni sekelompok rakyat terdiri dari duapuluh keluarga itu lalu setiap cia ini dikepalai oleh seorang Mongol yang biasanya lalu memeras dan mengancam mereka, mengganggu anak bini mereka secara kurang ajar sekali.
Masih banyak contoh-contoh pemerasan dan penindasan yang tidak saja mendirikan bulu tengkuk saking ngerinya, akan tetapi juga mendirikan semangat perlawanan dalam dada setiap putera Han yang menjadi marah sekali. Akan tetapi apa daya mereka?
Pemerintah Goan-tiauw amat kuat dan selain perwira perwira Mongol amat pandai dan tinggi ilmu kepandaiannya, juga banyak orang orang Han yang berkepandaian tinggi kini menjadi kaki tangan mereka. Contoh perbedaaan yang amat menyolok dapat dilihat di pengadilan. Orang orang Mongol dan Semu yang melakukan kejahatan diperiksa oleh pengadilan istimewa.
Apabila seorang memukul atau memaki seorang Han atau selatan, orang Han ini tidak membalas pukulan atau makian itu. Kalau seorang Han atau selatan memukul atau memaki seorang Mongol, maka ia akan dihukum berat bahkan mungkin dihukum mati. Sebaliknya kalau seorang Mongol atau Semu membunuh seorang Han hukumannya hanyalah sebuah dendaan yang ringan saja!
Dan di dalam keadaan yang kacau balau dan amat sengsara bagi rakyat ini, timbullah barisan Ang bi tin yang lebih-lebih merupakan tindasan hebat bagi rakyat jelata. Nama Ang bi tin atau Barisan Alis Merah ini sebetulnya hanya dikenal hampir tiga belas abad yang lalu.
Memang pernah ada bala tentara Alis Merah yang amat terkenal di masa itu, yakni barisan pemberontak yang dipimpin oleh Fan Cung dan barisan Alis Merah ini demikian hebat sepak terjangnya, sehingga terkenal sekali di dalam sejarah. Pada masa itu, para anggota pemberontak mengecat merah alis mereka hanya dengan maksud agar dapat saling mengetahui.
Akan tetapi, Ang bi tin yang sekarang merajalela, yang dipimpin oleh orang-orang Mongol yang berkepandaian tinggi itu mempunyai latar belakang yang sangat berbeda sama sekali dengan Ang bi tin tiga belas abad yang lalu. Ang bi tin yang sekarang ini sebetulnya hanya ingin balas dendam dan sakit hati bangsa Mongol kepada orang-orang gagah Bangsa Han.
Beberapa tahun yang lalu, ketika peperangan yang timbul dari penyerbuan bala tentara Mongol masih sedang berkobar, seorang jenderal Bangsa Mongol keturunan Semu, yakni seorang Mongol bermata biru dan rambutnya kemerahan terbunuh oleh orang Han yang gagah perkasa, jenderal Mongol yang berambut merah dan beralis merah ini terkenal gagah berani dan amat dicintai serta dihargai oleh orang-orang Mongol.
Maka tentu saja kematiannya menimbulkan kegemparan besar. Terutama sekali putera jenderal yang bernama Salinga, ia bersumpah untuk menghancurkan semua orang Han yang pernah menjadi perwira atau yang disebut orang kangouw yang memiliki kepandaian silat.
Salinga juga pandai ilmu silat seperti ayahnya, akan tetapi matanya tidak sebiru mata ayahnya, rambut dan alisnya tidak semerah rambut dan alis ayahya karena ia menurun dari ibunya seorang Mongol tulen. Di dalam sumpahnya ini, Salinga mencat alisnya menjadi merah dan sebelum semua orang gagah bangsa Han ditumpasnya, ia tidak mau membuang warna merah pada alisnya itu.
Salinga amat kaya raya dan juga berpengaruh, maka banyak sekali pengikutnya. Ia membentuk Ang bi tin atau Barisan Alis Merah dan beberapa tahun kemudian, agaknya Ang bi tin ini menjadi populer di kalangan Mongol dan dianggap sebagai semacam "hobby" atau olah raga! Bagi mereka, memburu dan membasmi orang-orang Han yang dicurigai dan dianggap seorang ahli silat berbahaya sama halnya dengan memburu dan membunuh binatang ganas!
Demikianlah, makin lama gerakan Ang bi tin ini makin nyasar dari sebab semula. Kini banyak anggota Ang bi tin yang tidak tahu apa artinya alis yang dimerah merahkan itu. Orang-orang Mongol yang menjadi anggota hanya senang memburu orang Han saja sedangkan orang-orang Han seperti Lui Hai Siong dan lain-lain yang ikut masuk menjadi anggota, tentu tadinya adalah golongan buaya-buaya darat dan kini ingin menjilat pantat orang-orang Mongol.
Banyak sekali jumlahnya orang-orang gagah dan bekasbekas perwira Bangsa Han yang menjadi korban keganasan Ang bi tin ini. Tidak saja orang-orang gagah dan bekas-bekas perwira, bahkan rakyat jelata juga ikut diganggu. Pendeknya Ang bi tin sudah berubah dari sepasukan orang-orang yang hendak membalas dendam, menjadi gerombolan penjahat yang kejam, ganas dan ditakuti oleh seluruh rakyat, dari yang tua sampai yang masih anak anak...!

| Pedang Sinar Emas Karya Kho Ping Hoo |
| Pedang Sinar Emas Jilid 01 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 02 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 03 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 04 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 05 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 06 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 07 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 08 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 09 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 10 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 11 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 12 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 13 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 14 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 15 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 16 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 17 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 18 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 19 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 20 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 21 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 22 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 23 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 24 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 25 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 26 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 27 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 28 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 29 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 30 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 31 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 32 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 33 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 34 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 35 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 36 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 37 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 38 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 39 |
| Pedang Sinar Emas Jilid 40 |
| DAFTAR PENGARANG CERITA SILAT |