Pendekar Wanita Baju Putih
(Pek I Lihiap)
Karya Kho Ping Hoo
Karya Kho Ping Hoo
Di dalam kebun bunga di belakang gedung Ong Wangwe, bunga-bunga sedang mekar indah menyiarkan keharuman yang sedap. Bunga-bunga beraneka warna yang tertiup angin senja bergoyang perlahan-lahan ke kanan-kiri itu bagaikan putri-putri jelita tengah menarikan tari selamat datang menyambut datangnya musim bunga.
Kupu-kupu dengan sayap kuning keemasan saling kejar di atas bunga-bunga, sedikutpun tidak menghiraukan atau menakuti suara burung yang bernyanyi merdu di atas pohon-pohon cemara yang mengelilingi taman itu.
Ong Wangwe adalah seorang hartawan yang baru beberapa bulan pindah ke kota Kam Leng, di mana ia membeli sebuah gedung besar dengan taman bunganya yang indah itu. Orang tidak tahu darimana ia datang dan perdagangan apakah yang diusahakannya, karena semenjak pindah ke Kam Leng, Ong Wangwe tidak berdagang apa-apa.Ia datang telah merupakan seorang hartawan. Rumah tangganya hanya terdiri dari dia seorang diri, seorang anak perempuannya yang telah berusia kurang lebih delapan belas tahun dan beberapa orang pelayan. Ong Wangwe ternyata adalah seorang duda. Yang mengherankan orang ialah bahwa kadangkala datang beberapa orang tamu di rumah wartawan itu.
Hal ini sebenarnya tak perlu diherankan kalau saja tamu-tamu itu tidak menarik perhatian orang dengan keadaan mereka. Hampir semua para tamu itu bertubuh tegap dan bersikap gagah, sedangkan ditubuh mereka selalu tergantung senjata tajam. Jelas terlihat bahwa mereka adalah ahli-ahli silat.
Barulah penduduk Kam Leng tahu lebih banyak akan keadaan Ong Wangwe ketika sebulan yang lalu terjadi hal yang cukup mengherankan dan yang membuka rahasia hartawan itu.
| Pendekar Wanita Baju Putih (Pek I Lihiap) |
| Pendekar Wanita Baju Putih Jilid 01 |
| Pendekar Wanita Baju Putih Jilid 02 |
| Pendekar Wanita Baju Putih Jilid 03 |
| Pendekar Wanita Baju Putih Jilid 04 |
| Pendekar Wanita Baju Putih Jilid 05 |
| Pendekar Wanita Baju Putih Jilid 06 |
| Kisah sebelumnya, MALING BUDIMAN BERPEDANG PERAK |
| Kisah selanjutnya, |