Social Items


Tips mudik dengan sepeda motor - Salah satu tradisi yang tidak pernah absen pada saat menjelang hari raya lebaran adalah mudik. Mudik menjadi sebuah tradisi dikalangan masyarakat muslim di Indonesia. Ritual tahunan mudik lebaran bagaikan keharusan untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga di kampung halaman.

Prosesi mudik terkenal dengan perjalanan panjang dan kemacetan. Bagi yang melalui jalan darat, mudik bisa menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor.

Mengingat mudik merupakan perjalanan panjang dan melelahkan, maka sebaiknya segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang agar perjalanan menyenangkan, aman dan sampai ketujuan dengan selamat.

Tips mudik dengan sepeda motor
Foto: houseofinfographics.com

Jika anda akan mudik menggunakan kendaraan roda dua, ada baiknya menyimak tips mudik aman dengan sepeda motor berikut ini:

  • Siapkan fisik sebelum mudik
Mudik identik dengan perjalanan jauh. Membayangkan saja sepertinya sudah melelahkan. Apalagi jika Anda sudah memutuskan mudik naik sepeda motor. Agar selama perjalanan tetap aman, nyaman serta selamat sampai tujuan, menyiapkan fisik secara optimal wajib hukumnya. Syukur-syukur tidak sampai membatalkan puasa Anda. Berikut ini persiapan fisik yang harus dilakukan.

1. Istirahat Cukup
Sebelum mudik, sehari sebelumnya lebih baik digunakan untuk istirahat penuh. Kondisi fit saat mudik sangat penting, terutama untuk antisipasi gerakan refleks jika dibutuhkan. Jadi jangan sampai memaksakan diri mudik naik sepeda motor dengan kondisi badan yang kurang sehat.

2. Banyak Minum Air Putih
Sementara itu saat bulan puasa seperti ini, kebutuhan cairan tubuh sudah dipastikan akan meningkat. Maka dari itu, perbanyaklah minum air putih untuk menghindari dehidrasi. Karena kurangnya cairan akan berakibat fatal pada fungsi organ-organ tubuh. Akibatnya konsentrasi juga dikhawatirkan akan menurun.

3. Konsumsi Makanan Berkarbohidrat
Sebelum berkendara jarak jauh sebaiknya mengkonsumsi makanan karbohidrat tinggi dan kompleks seperti beras merah atau gandum. Karena jenis makanan tersebut lebih lama dicerna, jadi rasa lapar bisa ditunda lebih lama. Selain itu, hindari makanan dengan protein dan lemak tinggi sebelum mudik menggunakan sepeda motor. Karena makanan jenis ini menuntut kerja pencernaan lebih berat, akibatnya darah akan banyak mengalir ke lambung dan usus. Itu akan menyebabkan konsentrasi juga menurun dan mudah mengantuk.

4. Pemanasan Yang Baik
Yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah pemanasan atau perenggangan beberapa anggota tubuh. Ini penting agar badan tidak kaku dan sigap menghadapi kondisi jalan. Selain itu perlu dilakukan persiapan mental dan emosi. Baik itu dari pengendara atau yang di bonceng. Repot sedikit tidak masalah. Asalkan mudik bisa terlaksana dengan aman, nyaman dan yang paling penting selamat sampai tujuan.

  • Cek Kondisi Sepeda Motor
Sepeda motor yang aman, memungkinkan anda tak menemukan kendala selama mudik. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memperlancar perjalanan. Anda yang mudik menggunakan sepeda motor, ada baiknya menggecek atau melakukan service secara menyeluruh. Gunakan oli yang kekentalannya mampu menjaga kondisi suhu motor agar tidak cepat panas. Selain itu, jika anda menggunakan sepeda motor metic yang sudah menggunakan Injeksi, ada baiknya memperhatikan Aki. Sebab aki sangat berperan penting dalam rangkaian sepeda motor metic Injeksi. Selanjutnya adalah ban motor, usahakan ban motor anda tidak Aus selama anda melakukan perjalanan mudik.

1. Perlengkapan Kendaraan yang Standar
Di dalam mengendarai sepeda motor, tentunya anda sangat mengutamakan keamanan dan kenyamanan diri selama diperjalanan. Untuk itu, gunakan jaket, celana jeans, sepatu, dan sarung tangan jika perlu. Kemudian, surat kendaraan juga sangat penting, STNK dan SIM.

2. Cek Perkakas Sepeda Motor
Menyiapkan perkakas untuk sepeda motor juga merupakan hal penting. Selain membantu memperlancar perjalanan, perkakas tersebut bisa jadi akan sangat membantu jika sepeda motor yang anda kendarai bermasalah diperjalanan. Siapkan kunci dan alat penting seperti: obeng, kunci busi, kunci pas, kunci ring, pisau, gunting, dan tali. Jangan lupa siapkan juga cadangan busi, lampu depan, ban dalam, oli serta jas hujan.

  • Jangan Mudik Sendirian
Himbauan ini sangat masuk akal. Sebab berkendara ramai-ramai seperti ikut acara mudik bareng atau jalan bersama sanak saudara dan teman memang lebih banyak keuntungannya. Coba bayangkan jika Anda mudik sendirian atau hanya berdua dengan boncenger. Bahkan ketika ada yang terlihat mengantuk, rekan lainnya bisa mengingatkan. Keuntungan lain dengan mudik beramai-ramai yaitu jika salah satu anggota rombongan mengalami kerusakan motor, anggota lainnya bisa membantu. Dengan demikian masalah akan semakin mudah diatasi. Dan yang tak kalah penting, rasa persaudaraan akan semakin kuat. Bayangkan jika Anda mudik sendirian.

  • Tata dengan benar Barang Bawaan

Jangan ditiru

Selain bawa badan, setiap mudik selalu angkut barang. Demi keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan, barang bawaan jangan sampai berlebihan dan ditempatkan dengan cermat. Jangan sampai barang bawaan justru mengganggu handling yang bisa memicu kecelakaan. Membawa barang pada motor, memang gampang-gampang susah. Barang harus diikat sedemikian rupa agar tidak terjatuh. Bentuk barang tidak melebihi tinggi kendaraan, lebar setang dan panjang kendaraan. Berat tidak boleh melebihi ketentuan. Ada dua alternatif penempatan barang bawaan saat mudik naik sepeda motor.

1. Manfaatkan Dek dan Jok
Mengikat barang di atas jok belakang adalah cara yang paling ideal. Jika mengikatnya kuat dan bobotnya tidak berlebihan maka tidak akan mengganggu handling. Masalahnya, alternatif ini tidak bisa diterapkan jika Anda hendak membawa serta seorang pembonceng. Jika ada pembonceng, otomatis barang bawaan akan dipindahkan ke depan. Tepatnya di underbone untuk tipe bebek atau deks untuk skutik. Syaratnya posisi barang jangan sampai mengganggu operasional kemudi. Jika barang bawaan dimasukkan ransel atau tas gendong, posisikan tas menyandar diatas jok. Trik ini agar beban tas tidak terlalu membebani pundak. Bahu dan pinggang pengendara hanya berfungsi sebagai penyangga.

2. Menggunakan Boks
Tidak semua orang suka menggunakan boks. Tapi jika Anda mengendarai motor tipe sport, mungkin memasang boks bisa menjadi pilihan bijak. Sebaiknya pilih boks dengan ukuran yang proporsional dengan motornya. Jangan terlalu besar. Posisi pemasangan boks bisa dibelakang atau samping. Syaratnya, alokasi penempatan barang harus seimbang agar laju motor tetap stabil. Dengan boks, pengaturan barang juga bisa sangat mudah dan aman karena dilengkapi kunci.

  • Cara berboncengan yang benar
Poin pertama adalah posisi duduk pembonceng harus menghadap depan agar keseimbangan terjaga. Gaya duduk menyamping seperti yang biasanya dilakukan kaum perempuan, sangat dilarang. Jalan harian saja tidak boleh, apalagi saat turing jarak jauh. Karena dengan posisi menyamping, motor tak seimbang dan menyulitkan bermanuver.

Poin kedua adalah posisi kaki pembonceng. kaki penumpang harus mengapit paha pengendara. Tujuannya agar saat bermanuver pengendara dan pembonceng bisa seirama.

Poin ketiga yang tak kalah penting adalah posisi tangan pembonceng. Agar gerakan pembonceng seirama, lingkarkan tangan ke pinggang pengendara sampai kedua tangan bertemu. Pokoknya mirip ikat pinggang, badan pembonceng menempel pada pengemudi. Jangan pegangan behel atau bagian lainnya, apalagi "barang kepunyaan pengemudi" sangat dilarang.. :-D

Poin keempat yang harus diperhatikan adalah gerakan pembonceng. Pembonceng harus mengikuti semua gerakan pengendara, kemanapun arahnya. Jadi bila pengendara bergerak ke kiri, pembonceng juga harus mengikuti ke kiri, demikian juga bila ke kanan.

Poin kelima adalah jangan berboncengan dengan lebih dari satu orang. Contohnya membawa seluruh anggota keluarga dari istri sampai anak kecil. Bila lebih dari satu orang, tentu lebih bijak jika menggunakan alat trnsportasi lain. Karena motor memang diciptakan hanya untuk berdua saja.

  • Istirahat setiap dua jam
Melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik lebaran membutuhkan perencanaan matang. Tujuannya sudah pasti agar selamat sampai kampung halaman. Salah satu poin yang harus direncanakan adalah menentukan waktu istirahat yang ideal. Berkendara berjam-jam tanpa istirahat membuat badan terasa letih. Bila dibiarkan berlarut-larut, konsentrasi pun menurun. Ujung-ujungnya bisa mengundang celaka. Makanya sebisa mungkin luangkan waktu sebentar untuk istirahat agar kondisi badan kembali bugar. Kapan tepatnya istirahat yang ideal? Setiap dua jam, carilah tempat yang aman dan nyaman untuk istirahat. Misalnya dengan memanfaatkan posko mudik atau SPBU yang secara khusus dipersiapkan bagi para pemudik.

Manfaatkan lokasi-lokasi tersebut untuk melakukan relaksasi sejenak. Di tempat istirahat, usahakan badan senyaman mungkin. Bisa hanya dengan duduk-duduk santai dan jangan lupa lepas jaket atau rompi agar tak kepanasan. Bagi anda blogger yang suka menulis, tidak ada salahnya selama beristirahat tulis postingan seputar perjalanan mudik berikut dokumentasinya, jangan lupa sekalian periksa pendapatan hari ini sudah menembus berapa dollar..haha

Berapa lama kita beristirahat? Idealnya cukup 15 sampai 20 menit. Kalau terlalu singkat badan belum kembali fit, sedangkan bila kelamaan kita jadi merasa malas dan jadi mengantuk. Bila istirahat telah dirasa cukup, lanjutkan kembali perjalanan. Namun sebelum kembali jalan, lakukan peregangan badan dengan menggerak-gerakkan tangan, kaki dan kepala agar tak kaku dalam bermanuver. Jadi, jangan lupa istirahat setiap 2 jam ya!

  • Pakai Helm yang Sesuai Standard
Memutuskan pulang mudik naik motor? Artinya, Anda juga harus memutuskan untuk pakai helm yang sesuai standar keamanan! Bukan hanya memilih jenis helm, tapi juga memastikan fitur keselamatan yang ada pada helm berfungsi dengan baik. Apa saja?

1. Full Face Lebih Baik
Pada dasarnya tipe helm open face, full face dan flip up sama baiknya dan tidak masalah dipakai untuk pulang mudik lebaran. Meski sebenarnya secara kualitas, helm tipe full face masih yang terbaik. Sedangkan tipe lain seperti flip up, meski bentuknya seperti helm full face tapi pelindung rahangnya bisa dibuka tutup. Mekanisme buka-tutup ini menggunakan engsel yang pasti tidak akan sekuat pelindung rahang pada helm full face yang dirancang permanen. Hanya saja, kemudahan buka-tutup pada helm flip up memberikan kenyamanan bagi pengendara. Saat kegerahan bisa dibuka, sedang ketika bertemu jalan yang berdebu bisa langsung ditutup.

Dan satu lagi adalah tipe open face yang tidak memiliki pelindung rahang. Meski secara safety paling rendah namun untuk perjalanan mudik yang macet dan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, penggunaan helm ini masih cukup aman dan nyaman.

2. Pastikan Visor Dalam Keadaan Baik
Visor atau kaca helm harus ada pada helm tipe apapun. Terpaan angin bisa membuat kram di muka. Muka jadi terasa kaku, ini berbahaya. Selain itu warna dan kondisi visor juga tidak boleh luput dari perhatian. Jangan paksakan pulang mudik memakai helm yang sudah baret. Goresan pada visor bisa mengaburkan pandangan khususnya ketika berpapasan dengan sorot lampu kendaraan lain. Lebih baik ganti terlebih dahulu, apalagi kini harga visor helm sudah cukup murah.

Visor warna gelap juga sebaiknya tidak dipakai pada perjalanan malam hari. Visor gelap bisa mengurangi jarak pandang. Kalau memang perjalan yang dilakukan harus melalui perubahan waktu dari siang ke malam, tidak ada salahnya membawa dua visor, gelap dan bening untuk bergantian.

3. Pastikan Pas
Slogan “pastikan pas” bukan hanya milik POM bensin saja, tapi juga berlaku pada pemilihan helm. Usahkan helm yang dipakai benar-benar pas dikepala. Tidak terasa longgar tapi tidak boleh terlalu ketat. Bila terlalu longgar, ketika terjatuh tumbukan yang menimpa kepala tidak langsung teredam. Tapi justru membuat kepala memperoleh imbas tumbukan lebih besar. Selain itu juga bisa menganggu konsentrasi berkendara karena helm terasa tidak kompak dengan gerakan kepala. Cara untuk memastikan helm tidak longgar adalah dengan menggerakannya ke kanan-kiri, atas bawah. Pastikan kepala dan helm bisa dengan kompak bergerak dan tentunya tetap nyaman. Sedangkan helm yang terlalu ketat justru bisa bikin pusing karena peredaran darah ke otak terhambat. Memastikan tali ikatan helm terikat kuat. Tapi jangan asal kuat, percuma kalau kuat tapi longgar atau justru mencekik leher. Sesuaikan juga jarak tali ikatan helm dengan dagu.

  • Matikan Handphone saat berkendara
Anjuran mematikan handphone saat berkendara punya alasan kuat, apalagi dalam perjalanan mudik. Dalam perjalanan jauh membutuhkan konsentrasi tinggi. Menerima handphone sambil berkendara menjadi salah satu penyebab buyarnya konsentrasi. Ketika menerima telepon, posisi tangan tidak sempurna dalam menguasai pengendalian motor. Karena salah satu tangan pasti akan melepas kemudi. Mata juga menjadi tidak lagi berkonsentrasi pada jalan, malah ikut memperhatikan layar monitor handphone.

Bayangkan bila sedang dalam posisi seperti itu, tiba-tiba ada lubang atau kendaraan lain yang melakukan pengereman mendadak. Refleks cepat yang seharusnya dilakukan untuk menghindar bisa terlambat. Jika telat, celaka yang didapat.

Penggunaan helm yang dilengkapi handsfree juga jangan digunakan. Meski tidak mengganggu tangan tapi tetap saja konsentrasi pengendara akan terbagi. Bahkan selain handphone, ngobrol dengan pembonceng saja sebenarnya jangan dilakukan. Kalau dengan pembonceng saja tidak dianjurkan, apalagi ngobrol langsung pakai handphone.

  • Nyalakan lampu siang dan malam
Mau mudik siang atau malam, lampu utama harus terus menyala! Bukan sekedar himbauan, ini sudah menjadi kewajiban karena sudah disahkan oleh undang-undang lalu lintas.

Undang-Undang (UU) No.22 tahun 2009, pasal 107 ayat 2, mengatur penggunaan lampu utama di siang hari pada sepeda motor. Pasal ini berbunyi, “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.”

Dengan lampu menyala pada siang hari, pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya akan lebih waspada. Dari spion bisa terlihat kilatan cahaya yang menandakan ada sepeda motor lain di belakang. Begitu juga di depan, sorot lampunya akan memudahkan melihat sepeda motor lain.

Demikian beberapa tips mudik lebaran menggunakan sepeda motor. Semoga perjalanan mudik lancar selamat sampai tujuan.


#tips mudik lebaran
#tips mudik dengan sepeda motor
#tips mudik lebaran dengan motor

Tips Mudik Dengan Sepeda Motor


Tips mudik dengan sepeda motor - Salah satu tradisi yang tidak pernah absen pada saat menjelang hari raya lebaran adalah mudik. Mudik menjadi sebuah tradisi dikalangan masyarakat muslim di Indonesia. Ritual tahunan mudik lebaran bagaikan keharusan untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga di kampung halaman.

Prosesi mudik terkenal dengan perjalanan panjang dan kemacetan. Bagi yang melalui jalan darat, mudik bisa menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor.

Mengingat mudik merupakan perjalanan panjang dan melelahkan, maka sebaiknya segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang agar perjalanan menyenangkan, aman dan sampai ketujuan dengan selamat.

Tips mudik dengan sepeda motor
Foto: houseofinfographics.com

Jika anda akan mudik menggunakan kendaraan roda dua, ada baiknya menyimak tips mudik aman dengan sepeda motor berikut ini:

  • Siapkan fisik sebelum mudik
Mudik identik dengan perjalanan jauh. Membayangkan saja sepertinya sudah melelahkan. Apalagi jika Anda sudah memutuskan mudik naik sepeda motor. Agar selama perjalanan tetap aman, nyaman serta selamat sampai tujuan, menyiapkan fisik secara optimal wajib hukumnya. Syukur-syukur tidak sampai membatalkan puasa Anda. Berikut ini persiapan fisik yang harus dilakukan.

1. Istirahat Cukup
Sebelum mudik, sehari sebelumnya lebih baik digunakan untuk istirahat penuh. Kondisi fit saat mudik sangat penting, terutama untuk antisipasi gerakan refleks jika dibutuhkan. Jadi jangan sampai memaksakan diri mudik naik sepeda motor dengan kondisi badan yang kurang sehat.

2. Banyak Minum Air Putih
Sementara itu saat bulan puasa seperti ini, kebutuhan cairan tubuh sudah dipastikan akan meningkat. Maka dari itu, perbanyaklah minum air putih untuk menghindari dehidrasi. Karena kurangnya cairan akan berakibat fatal pada fungsi organ-organ tubuh. Akibatnya konsentrasi juga dikhawatirkan akan menurun.

3. Konsumsi Makanan Berkarbohidrat
Sebelum berkendara jarak jauh sebaiknya mengkonsumsi makanan karbohidrat tinggi dan kompleks seperti beras merah atau gandum. Karena jenis makanan tersebut lebih lama dicerna, jadi rasa lapar bisa ditunda lebih lama. Selain itu, hindari makanan dengan protein dan lemak tinggi sebelum mudik menggunakan sepeda motor. Karena makanan jenis ini menuntut kerja pencernaan lebih berat, akibatnya darah akan banyak mengalir ke lambung dan usus. Itu akan menyebabkan konsentrasi juga menurun dan mudah mengantuk.

4. Pemanasan Yang Baik
Yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah pemanasan atau perenggangan beberapa anggota tubuh. Ini penting agar badan tidak kaku dan sigap menghadapi kondisi jalan. Selain itu perlu dilakukan persiapan mental dan emosi. Baik itu dari pengendara atau yang di bonceng. Repot sedikit tidak masalah. Asalkan mudik bisa terlaksana dengan aman, nyaman dan yang paling penting selamat sampai tujuan.

  • Cek Kondisi Sepeda Motor
Sepeda motor yang aman, memungkinkan anda tak menemukan kendala selama mudik. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memperlancar perjalanan. Anda yang mudik menggunakan sepeda motor, ada baiknya menggecek atau melakukan service secara menyeluruh. Gunakan oli yang kekentalannya mampu menjaga kondisi suhu motor agar tidak cepat panas. Selain itu, jika anda menggunakan sepeda motor metic yang sudah menggunakan Injeksi, ada baiknya memperhatikan Aki. Sebab aki sangat berperan penting dalam rangkaian sepeda motor metic Injeksi. Selanjutnya adalah ban motor, usahakan ban motor anda tidak Aus selama anda melakukan perjalanan mudik.

1. Perlengkapan Kendaraan yang Standar
Di dalam mengendarai sepeda motor, tentunya anda sangat mengutamakan keamanan dan kenyamanan diri selama diperjalanan. Untuk itu, gunakan jaket, celana jeans, sepatu, dan sarung tangan jika perlu. Kemudian, surat kendaraan juga sangat penting, STNK dan SIM.

2. Cek Perkakas Sepeda Motor
Menyiapkan perkakas untuk sepeda motor juga merupakan hal penting. Selain membantu memperlancar perjalanan, perkakas tersebut bisa jadi akan sangat membantu jika sepeda motor yang anda kendarai bermasalah diperjalanan. Siapkan kunci dan alat penting seperti: obeng, kunci busi, kunci pas, kunci ring, pisau, gunting, dan tali. Jangan lupa siapkan juga cadangan busi, lampu depan, ban dalam, oli serta jas hujan.

  • Jangan Mudik Sendirian
Himbauan ini sangat masuk akal. Sebab berkendara ramai-ramai seperti ikut acara mudik bareng atau jalan bersama sanak saudara dan teman memang lebih banyak keuntungannya. Coba bayangkan jika Anda mudik sendirian atau hanya berdua dengan boncenger. Bahkan ketika ada yang terlihat mengantuk, rekan lainnya bisa mengingatkan. Keuntungan lain dengan mudik beramai-ramai yaitu jika salah satu anggota rombongan mengalami kerusakan motor, anggota lainnya bisa membantu. Dengan demikian masalah akan semakin mudah diatasi. Dan yang tak kalah penting, rasa persaudaraan akan semakin kuat. Bayangkan jika Anda mudik sendirian.

  • Tata dengan benar Barang Bawaan

Jangan ditiru

Selain bawa badan, setiap mudik selalu angkut barang. Demi keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan, barang bawaan jangan sampai berlebihan dan ditempatkan dengan cermat. Jangan sampai barang bawaan justru mengganggu handling yang bisa memicu kecelakaan. Membawa barang pada motor, memang gampang-gampang susah. Barang harus diikat sedemikian rupa agar tidak terjatuh. Bentuk barang tidak melebihi tinggi kendaraan, lebar setang dan panjang kendaraan. Berat tidak boleh melebihi ketentuan. Ada dua alternatif penempatan barang bawaan saat mudik naik sepeda motor.

1. Manfaatkan Dek dan Jok
Mengikat barang di atas jok belakang adalah cara yang paling ideal. Jika mengikatnya kuat dan bobotnya tidak berlebihan maka tidak akan mengganggu handling. Masalahnya, alternatif ini tidak bisa diterapkan jika Anda hendak membawa serta seorang pembonceng. Jika ada pembonceng, otomatis barang bawaan akan dipindahkan ke depan. Tepatnya di underbone untuk tipe bebek atau deks untuk skutik. Syaratnya posisi barang jangan sampai mengganggu operasional kemudi. Jika barang bawaan dimasukkan ransel atau tas gendong, posisikan tas menyandar diatas jok. Trik ini agar beban tas tidak terlalu membebani pundak. Bahu dan pinggang pengendara hanya berfungsi sebagai penyangga.

2. Menggunakan Boks
Tidak semua orang suka menggunakan boks. Tapi jika Anda mengendarai motor tipe sport, mungkin memasang boks bisa menjadi pilihan bijak. Sebaiknya pilih boks dengan ukuran yang proporsional dengan motornya. Jangan terlalu besar. Posisi pemasangan boks bisa dibelakang atau samping. Syaratnya, alokasi penempatan barang harus seimbang agar laju motor tetap stabil. Dengan boks, pengaturan barang juga bisa sangat mudah dan aman karena dilengkapi kunci.

  • Cara berboncengan yang benar
Poin pertama adalah posisi duduk pembonceng harus menghadap depan agar keseimbangan terjaga. Gaya duduk menyamping seperti yang biasanya dilakukan kaum perempuan, sangat dilarang. Jalan harian saja tidak boleh, apalagi saat turing jarak jauh. Karena dengan posisi menyamping, motor tak seimbang dan menyulitkan bermanuver.

Poin kedua adalah posisi kaki pembonceng. kaki penumpang harus mengapit paha pengendara. Tujuannya agar saat bermanuver pengendara dan pembonceng bisa seirama.

Poin ketiga yang tak kalah penting adalah posisi tangan pembonceng. Agar gerakan pembonceng seirama, lingkarkan tangan ke pinggang pengendara sampai kedua tangan bertemu. Pokoknya mirip ikat pinggang, badan pembonceng menempel pada pengemudi. Jangan pegangan behel atau bagian lainnya, apalagi "barang kepunyaan pengemudi" sangat dilarang.. :-D

Poin keempat yang harus diperhatikan adalah gerakan pembonceng. Pembonceng harus mengikuti semua gerakan pengendara, kemanapun arahnya. Jadi bila pengendara bergerak ke kiri, pembonceng juga harus mengikuti ke kiri, demikian juga bila ke kanan.

Poin kelima adalah jangan berboncengan dengan lebih dari satu orang. Contohnya membawa seluruh anggota keluarga dari istri sampai anak kecil. Bila lebih dari satu orang, tentu lebih bijak jika menggunakan alat trnsportasi lain. Karena motor memang diciptakan hanya untuk berdua saja.

  • Istirahat setiap dua jam
Melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik lebaran membutuhkan perencanaan matang. Tujuannya sudah pasti agar selamat sampai kampung halaman. Salah satu poin yang harus direncanakan adalah menentukan waktu istirahat yang ideal. Berkendara berjam-jam tanpa istirahat membuat badan terasa letih. Bila dibiarkan berlarut-larut, konsentrasi pun menurun. Ujung-ujungnya bisa mengundang celaka. Makanya sebisa mungkin luangkan waktu sebentar untuk istirahat agar kondisi badan kembali bugar. Kapan tepatnya istirahat yang ideal? Setiap dua jam, carilah tempat yang aman dan nyaman untuk istirahat. Misalnya dengan memanfaatkan posko mudik atau SPBU yang secara khusus dipersiapkan bagi para pemudik.

Manfaatkan lokasi-lokasi tersebut untuk melakukan relaksasi sejenak. Di tempat istirahat, usahakan badan senyaman mungkin. Bisa hanya dengan duduk-duduk santai dan jangan lupa lepas jaket atau rompi agar tak kepanasan. Bagi anda blogger yang suka menulis, tidak ada salahnya selama beristirahat tulis postingan seputar perjalanan mudik berikut dokumentasinya, jangan lupa sekalian periksa pendapatan hari ini sudah menembus berapa dollar..haha

Berapa lama kita beristirahat? Idealnya cukup 15 sampai 20 menit. Kalau terlalu singkat badan belum kembali fit, sedangkan bila kelamaan kita jadi merasa malas dan jadi mengantuk. Bila istirahat telah dirasa cukup, lanjutkan kembali perjalanan. Namun sebelum kembali jalan, lakukan peregangan badan dengan menggerak-gerakkan tangan, kaki dan kepala agar tak kaku dalam bermanuver. Jadi, jangan lupa istirahat setiap 2 jam ya!

  • Pakai Helm yang Sesuai Standard
Memutuskan pulang mudik naik motor? Artinya, Anda juga harus memutuskan untuk pakai helm yang sesuai standar keamanan! Bukan hanya memilih jenis helm, tapi juga memastikan fitur keselamatan yang ada pada helm berfungsi dengan baik. Apa saja?

1. Full Face Lebih Baik
Pada dasarnya tipe helm open face, full face dan flip up sama baiknya dan tidak masalah dipakai untuk pulang mudik lebaran. Meski sebenarnya secara kualitas, helm tipe full face masih yang terbaik. Sedangkan tipe lain seperti flip up, meski bentuknya seperti helm full face tapi pelindung rahangnya bisa dibuka tutup. Mekanisme buka-tutup ini menggunakan engsel yang pasti tidak akan sekuat pelindung rahang pada helm full face yang dirancang permanen. Hanya saja, kemudahan buka-tutup pada helm flip up memberikan kenyamanan bagi pengendara. Saat kegerahan bisa dibuka, sedang ketika bertemu jalan yang berdebu bisa langsung ditutup.

Dan satu lagi adalah tipe open face yang tidak memiliki pelindung rahang. Meski secara safety paling rendah namun untuk perjalanan mudik yang macet dan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, penggunaan helm ini masih cukup aman dan nyaman.

2. Pastikan Visor Dalam Keadaan Baik
Visor atau kaca helm harus ada pada helm tipe apapun. Terpaan angin bisa membuat kram di muka. Muka jadi terasa kaku, ini berbahaya. Selain itu warna dan kondisi visor juga tidak boleh luput dari perhatian. Jangan paksakan pulang mudik memakai helm yang sudah baret. Goresan pada visor bisa mengaburkan pandangan khususnya ketika berpapasan dengan sorot lampu kendaraan lain. Lebih baik ganti terlebih dahulu, apalagi kini harga visor helm sudah cukup murah.

Visor warna gelap juga sebaiknya tidak dipakai pada perjalanan malam hari. Visor gelap bisa mengurangi jarak pandang. Kalau memang perjalan yang dilakukan harus melalui perubahan waktu dari siang ke malam, tidak ada salahnya membawa dua visor, gelap dan bening untuk bergantian.

3. Pastikan Pas
Slogan “pastikan pas” bukan hanya milik POM bensin saja, tapi juga berlaku pada pemilihan helm. Usahkan helm yang dipakai benar-benar pas dikepala. Tidak terasa longgar tapi tidak boleh terlalu ketat. Bila terlalu longgar, ketika terjatuh tumbukan yang menimpa kepala tidak langsung teredam. Tapi justru membuat kepala memperoleh imbas tumbukan lebih besar. Selain itu juga bisa menganggu konsentrasi berkendara karena helm terasa tidak kompak dengan gerakan kepala. Cara untuk memastikan helm tidak longgar adalah dengan menggerakannya ke kanan-kiri, atas bawah. Pastikan kepala dan helm bisa dengan kompak bergerak dan tentunya tetap nyaman. Sedangkan helm yang terlalu ketat justru bisa bikin pusing karena peredaran darah ke otak terhambat. Memastikan tali ikatan helm terikat kuat. Tapi jangan asal kuat, percuma kalau kuat tapi longgar atau justru mencekik leher. Sesuaikan juga jarak tali ikatan helm dengan dagu.

  • Matikan Handphone saat berkendara
Anjuran mematikan handphone saat berkendara punya alasan kuat, apalagi dalam perjalanan mudik. Dalam perjalanan jauh membutuhkan konsentrasi tinggi. Menerima handphone sambil berkendara menjadi salah satu penyebab buyarnya konsentrasi. Ketika menerima telepon, posisi tangan tidak sempurna dalam menguasai pengendalian motor. Karena salah satu tangan pasti akan melepas kemudi. Mata juga menjadi tidak lagi berkonsentrasi pada jalan, malah ikut memperhatikan layar monitor handphone.

Bayangkan bila sedang dalam posisi seperti itu, tiba-tiba ada lubang atau kendaraan lain yang melakukan pengereman mendadak. Refleks cepat yang seharusnya dilakukan untuk menghindar bisa terlambat. Jika telat, celaka yang didapat.

Penggunaan helm yang dilengkapi handsfree juga jangan digunakan. Meski tidak mengganggu tangan tapi tetap saja konsentrasi pengendara akan terbagi. Bahkan selain handphone, ngobrol dengan pembonceng saja sebenarnya jangan dilakukan. Kalau dengan pembonceng saja tidak dianjurkan, apalagi ngobrol langsung pakai handphone.

  • Nyalakan lampu siang dan malam
Mau mudik siang atau malam, lampu utama harus terus menyala! Bukan sekedar himbauan, ini sudah menjadi kewajiban karena sudah disahkan oleh undang-undang lalu lintas.

Undang-Undang (UU) No.22 tahun 2009, pasal 107 ayat 2, mengatur penggunaan lampu utama di siang hari pada sepeda motor. Pasal ini berbunyi, “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.”

Dengan lampu menyala pada siang hari, pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya akan lebih waspada. Dari spion bisa terlihat kilatan cahaya yang menandakan ada sepeda motor lain di belakang. Begitu juga di depan, sorot lampunya akan memudahkan melihat sepeda motor lain.

Demikian beberapa tips mudik lebaran menggunakan sepeda motor. Semoga perjalanan mudik lancar selamat sampai tujuan.


#tips mudik lebaran
#tips mudik dengan sepeda motor
#tips mudik lebaran dengan motor