Social Items

manajemen aksi

Pendahuluan

Aksi merupakan proses dinamika sosial dan merupakan tindakan hidup manusia. Artinya, aksi adalah sebuah proses wajar dan alamiah dalam hidup. Maka aksi sebetulnya tidak bisa dimaknai secara sempit dan berkonotasi negatif, yaitu selain aksi dikatakan destruktif. Ini adalah pemikiran sempit. Apalagi aksi hanya dikaitkan dengan kegiatan unjuk rasa belaka.

Pada konteks ini memang ruang lingkupnya, aksi diterjemahkan sebagai proses hidup yang menunjukkan ketidaksukaan terhadap ketidakadilan, Kesewenangan serta mencoba bersikap konstruktif terhadap negara. Aksi dikaitkan dengan perangkat sosial politik modern.

JENIS DAN BENTUK AKSI
  1. AKSI MASSA
    Merupakan jenis aksi yang dilaksanakan dengan jumlah massa yang relatif besar, karena dari segi tuntutan, aksi massa mempunyai substansi besar dan membumi. Aksi inipun membutuhkan banyak energi dan persiapan.

    ADA BEBERAPA BENTUK DARI AKSI MASSA, YAITU :
    • RALLY
      Aksi massa rally adalah berjalan kaki atau berkendaraan motor dijalan raya dengan tujuan tertentu. Harus ditentukan tempat berkumpul massa serta tujuan akhir dari massa. Titik kunci dari aksi ini untuk massa adalah simpul massa yang kuat dan disiplin.
    • MIMBAR BEBAS
      Aksi mimbar bebas biasanya inheren dengan aksi rally, biasanya untuk memancing perhatian massa serta membangkitkan semangat dalam hitungan jarak tertentu dan situasi tertentu diadakan mimbar bebas. Tetapi aksi mimbar bebaspun dapat dilakukan sendiri, artinya hanya sebuah mimbar bebas yang dihadiri oleh massa yang juga relatif banyak. Perbedaan substantif aksi rally dengan mimbar bebas adalah rally dinamis. Dengan gerak berpindah tetapi mimbar bebas stagnan di sebuah tempat, seperti di gedung DPR/MPR.
    • RAPAT AKBAR
      Rapat akbar adalah menghimpun massa disebuah tempat dengan isu tertentu dan pembicara adalah tokoh berpengaruh yang berbicara tentang isu tertentu.
  2. AKSI REPLEKTIF
    Aksi replektif dalam proses perencanaan tidak serumit aksi massa dan cenderung lebih individual serta tidak membutuhkan mobilisasi massa besar. Ada beberapa bentuk aksi yang dapat digolongkan sebagai aksi refleksi :
    • DISKUSI REFLEKSI
      Memperbincangkan tentang suatu topik masalah atau evaluasi terhadap kondisi tertentu dalam sebuah forum dan peserta boleh berbicara secara bebas dan replektif.
    • STATEMEN
      Aksi statemen biasanya beriringan dengan banyak aksi seperti rally, mimbar bebas dan lainnya. Statemen adalah pernyataan sikap yang mewakili analisa serta opini sebuah permasalahan dari massa aksi. Tetapi statemen pun dapat pula dikeluarkan secara individual (perseorangan) ataupun organisasional.
    • MOGOK
      Aksi ini banyak dilakukan oleh kaum buruh, dapat juga digolongkan sebagai aksi massa, Tetapi dapat juga dilakukan secara sporadis, spontan dan individual. Aksi ini biasanya untuk memprotes kebijakan seseorang atau lainnya. Aksi ini juga dilakukan oleh mahasiswa.
    • BOIKOT
      Boikot biasanya untuk menunjukkan secara langsung dan replektif akan ketidaksukaan terhadap sebuah keputusan atau hasil sebuah perundingan. Maka dilakukan boikot artinya keluar atau tidak menghadiri sebuah pertemuan.
  3. AKSI DELEGASI
    Aksi dari perwakilan dari sebuah organisasi atau lebih untuk menyampaikan permasalahan kepada obyek aksi. Aksi ini juga dapat bersatu dengan aksi rally atau mogok.
  4. ANARKISME AKSI
    Saat ini berkembang sebuah jenis aksi massa yang sifatnya sporadis dan anarkis, yaitu penjarahan dan brutal (merusak). Banyak analisa yang mencoba mempelajari aksi ini dari dasar-dasar serta tujuannya, mengarah pada situasi dan kondisi negara. Sangat susah dipetakan siapkah yang merancang aksi ini kalau terjadi, karena syarat oleh beragam versi.


PRINSIP-PRINSIP AKSI

ada beberapa prinsip aksi yang harus dipegang dalam menjalankan aksi, Karena aksi bukanlah tindakan sesaat, aksi merupakan proses akumulasi yang sistematis untukmencapai tujuan tertentu.
  1. Aksi harus mempunyai target dan tujuan yang jelas.
  2. Permasalahan yang diangkat harus mewakili semua peserta aksi.
  3. Permasalahan yang diangkat harus dapat dipahami dan dicerna dengan mudah oleh masyarakat.
  4. Aksi harus memperbanyak kawan serta memperkecil lawan.
  5. Aksi harus dapat menarik simpati massa secara umum.
  6. Aksi harus menghindari hal-hal yang dapat memancing provokasi dan anarki.


STRATEGI MEMBANGUN OPINI DAN MOBILISASI MASSA

Dalam sebuah aksi kita membutuhkan massa, akan tetapi kita sering kali kita kesulitan untuk dapat memobilisasi serta membangun opini yang utuh untuk dapat meningkatkan pemahaman kepada massa aksi khususnya dan massa aksi masyarakat umum pada umumnya. Untuk dapat menyelesaikan problem ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membangun opini dan mobilisasi massa.

Strategi "selebaran"
Seringkali orang menganggap kata selebaran itu sesuatu yang jelek dan sifatnyamemfitnah, oleh karena itu bisa saja kita ganti selebaran dengan kata brosur atau pamplet. Manfaat dari selebaran itu sangat banyak, diantaranya kita dapat menuliskan atau bila perlu dalam bentuk gambar, kita dapat menggambarkan tentang sesuatu hal atau permasalahan yang hendak kita angkat didalam selebaran tersebut.

Selebaran yang telah kita buat dapat kita bagikan kepada massa sasaran aksi dan umum untuk dapat menciptakan opini tentang sesuatu permasalahan yang hendak kita angkat dalam sebuah aksi. Akan tetapi apabila kita ingin memakai metode selebaran ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar selebaran itu dapat dengan mudah di mengerti dan dapat sampai ketujuan dengan aman. yang perlu diperhatikan adalah bahwa isi dari selebaran itu, menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana langsung kepada pokok persoalan, apalagi bila massa yang hendak kita targetkan adalah buruh atau masyarakat awam.

Selain itu metode selebaran membutuhkan tehnik advokasi dan keamanan yang sungguh-sungguh canggih, karena apabila sampai kita lalai dalam hal keamanan inimaka akibatnya bisa membahayakan personal ataupun organisasi. Sebagai contoh ketika kita hendak membagikan selebaran, misal kita pilih di A untuk membagikan disuatu wilayah tertentu maka kita tidak boleh membiarkannya pergi sendirian tanpa pantauan dari tim keamanan yang kita bentuk sebelumnya. Setidaknya, ketika terjadi sesuatu yang tidak kita kehendaki maka dapat segera melakukan advokasi terhadapnya.

Selain keamanan seperti itu usahakanlah pembagian selebaran dilakukan secara serentak disemua wilayah yang hendak kita jangkau, hal ini dilakukan guna mengancam sentralitas pantauan aparat. kita harus dapat mengatur waktu secara matang dan disiplin, sebagai contoh, apabila kita menentukan waktu pembagian disemua wilayah adalah pukul 10.00 wib dan harus selesai pukul 12.00 wib, maka semua tenaga pembagi selebaran harus mentaati ketentuan tersebut demi keamanan mereka sendiri dan apabila ada salah seorang tenaga pembagi tidak kembali sesuai dengan waktu yang ditentukan maka kita harus segera mencari informasi secepat mungkin, ini tentunya untuk menghindari penculikan atau penangkapan yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Memang terasa sedikit rumit, akan tetapi apabila kita sudah biasa menggunakannya maka kita akan terbiasa. Dan kenapa kita perlu keamanan yang ketat, karena tentunya untuk mengantisipasi korban dengan caramenggunakan tehnik yang matang.

Berapa kali kita harus membagikan selebaran kepada massa? Hal ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan sumber daya dan finansial yang ada, selain juga target yang kita kehendaki. Pembagian selebaran tidak harus satu kali, bila dilakukan beberapa kali tentunya opini yang akan tergabung juga semakin baik. tetapi sebagai catatan, kita tidak boleh melupakan keamanan dan dana.

Sebagai contoh, kita hendak mengangkat isu tentang kenaikan harga BBM, bisa saja kita membagikan selebaran secara rutin. apabila kesadaran massa masih lemah tentang hubungan kenaikan harga BBM ini dengan mereka tentunya massa tidak akan mau turut dalam aksi tersebut. tetapi apabila mereka telah memahami tentang pentingnya sebuah aksi buat mereka maka tanpa diminta lagi mereka akan dengan sukarela mengikutinya. Metode selebaran ini biasanya dipakai bila kita hendak menjangkau massa diluar massa solid yang kita miliki dan aksi yang akan dilakukan adalah aksi massa besar.

Next » 1 » 2 » 3

manajemen aksi

manajemen aksi

Pendahuluan

Aksi merupakan proses dinamika sosial dan merupakan tindakan hidup manusia. Artinya, aksi adalah sebuah proses wajar dan alamiah dalam hidup. Maka aksi sebetulnya tidak bisa dimaknai secara sempit dan berkonotasi negatif, yaitu selain aksi dikatakan destruktif. Ini adalah pemikiran sempit. Apalagi aksi hanya dikaitkan dengan kegiatan unjuk rasa belaka.

Pada konteks ini memang ruang lingkupnya, aksi diterjemahkan sebagai proses hidup yang menunjukkan ketidaksukaan terhadap ketidakadilan, Kesewenangan serta mencoba bersikap konstruktif terhadap negara. Aksi dikaitkan dengan perangkat sosial politik modern.

JENIS DAN BENTUK AKSI
  1. AKSI MASSA
    Merupakan jenis aksi yang dilaksanakan dengan jumlah massa yang relatif besar, karena dari segi tuntutan, aksi massa mempunyai substansi besar dan membumi. Aksi inipun membutuhkan banyak energi dan persiapan.

    ADA BEBERAPA BENTUK DARI AKSI MASSA, YAITU :
    • RALLY
      Aksi massa rally adalah berjalan kaki atau berkendaraan motor dijalan raya dengan tujuan tertentu. Harus ditentukan tempat berkumpul massa serta tujuan akhir dari massa. Titik kunci dari aksi ini untuk massa adalah simpul massa yang kuat dan disiplin.
    • MIMBAR BEBAS
      Aksi mimbar bebas biasanya inheren dengan aksi rally, biasanya untuk memancing perhatian massa serta membangkitkan semangat dalam hitungan jarak tertentu dan situasi tertentu diadakan mimbar bebas. Tetapi aksi mimbar bebaspun dapat dilakukan sendiri, artinya hanya sebuah mimbar bebas yang dihadiri oleh massa yang juga relatif banyak. Perbedaan substantif aksi rally dengan mimbar bebas adalah rally dinamis. Dengan gerak berpindah tetapi mimbar bebas stagnan di sebuah tempat, seperti di gedung DPR/MPR.
    • RAPAT AKBAR
      Rapat akbar adalah menghimpun massa disebuah tempat dengan isu tertentu dan pembicara adalah tokoh berpengaruh yang berbicara tentang isu tertentu.
  2. AKSI REPLEKTIF
    Aksi replektif dalam proses perencanaan tidak serumit aksi massa dan cenderung lebih individual serta tidak membutuhkan mobilisasi massa besar. Ada beberapa bentuk aksi yang dapat digolongkan sebagai aksi refleksi :
    • DISKUSI REFLEKSI
      Memperbincangkan tentang suatu topik masalah atau evaluasi terhadap kondisi tertentu dalam sebuah forum dan peserta boleh berbicara secara bebas dan replektif.
    • STATEMEN
      Aksi statemen biasanya beriringan dengan banyak aksi seperti rally, mimbar bebas dan lainnya. Statemen adalah pernyataan sikap yang mewakili analisa serta opini sebuah permasalahan dari massa aksi. Tetapi statemen pun dapat pula dikeluarkan secara individual (perseorangan) ataupun organisasional.
    • MOGOK
      Aksi ini banyak dilakukan oleh kaum buruh, dapat juga digolongkan sebagai aksi massa, Tetapi dapat juga dilakukan secara sporadis, spontan dan individual. Aksi ini biasanya untuk memprotes kebijakan seseorang atau lainnya. Aksi ini juga dilakukan oleh mahasiswa.
    • BOIKOT
      Boikot biasanya untuk menunjukkan secara langsung dan replektif akan ketidaksukaan terhadap sebuah keputusan atau hasil sebuah perundingan. Maka dilakukan boikot artinya keluar atau tidak menghadiri sebuah pertemuan.
  3. AKSI DELEGASI
    Aksi dari perwakilan dari sebuah organisasi atau lebih untuk menyampaikan permasalahan kepada obyek aksi. Aksi ini juga dapat bersatu dengan aksi rally atau mogok.
  4. ANARKISME AKSI
    Saat ini berkembang sebuah jenis aksi massa yang sifatnya sporadis dan anarkis, yaitu penjarahan dan brutal (merusak). Banyak analisa yang mencoba mempelajari aksi ini dari dasar-dasar serta tujuannya, mengarah pada situasi dan kondisi negara. Sangat susah dipetakan siapkah yang merancang aksi ini kalau terjadi, karena syarat oleh beragam versi.


PRINSIP-PRINSIP AKSI

ada beberapa prinsip aksi yang harus dipegang dalam menjalankan aksi, Karena aksi bukanlah tindakan sesaat, aksi merupakan proses akumulasi yang sistematis untukmencapai tujuan tertentu.
  1. Aksi harus mempunyai target dan tujuan yang jelas.
  2. Permasalahan yang diangkat harus mewakili semua peserta aksi.
  3. Permasalahan yang diangkat harus dapat dipahami dan dicerna dengan mudah oleh masyarakat.
  4. Aksi harus memperbanyak kawan serta memperkecil lawan.
  5. Aksi harus dapat menarik simpati massa secara umum.
  6. Aksi harus menghindari hal-hal yang dapat memancing provokasi dan anarki.


STRATEGI MEMBANGUN OPINI DAN MOBILISASI MASSA

Dalam sebuah aksi kita membutuhkan massa, akan tetapi kita sering kali kita kesulitan untuk dapat memobilisasi serta membangun opini yang utuh untuk dapat meningkatkan pemahaman kepada massa aksi khususnya dan massa aksi masyarakat umum pada umumnya. Untuk dapat menyelesaikan problem ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membangun opini dan mobilisasi massa.

Strategi "selebaran"
Seringkali orang menganggap kata selebaran itu sesuatu yang jelek dan sifatnyamemfitnah, oleh karena itu bisa saja kita ganti selebaran dengan kata brosur atau pamplet. Manfaat dari selebaran itu sangat banyak, diantaranya kita dapat menuliskan atau bila perlu dalam bentuk gambar, kita dapat menggambarkan tentang sesuatu hal atau permasalahan yang hendak kita angkat didalam selebaran tersebut.

Selebaran yang telah kita buat dapat kita bagikan kepada massa sasaran aksi dan umum untuk dapat menciptakan opini tentang sesuatu permasalahan yang hendak kita angkat dalam sebuah aksi. Akan tetapi apabila kita ingin memakai metode selebaran ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar selebaran itu dapat dengan mudah di mengerti dan dapat sampai ketujuan dengan aman. yang perlu diperhatikan adalah bahwa isi dari selebaran itu, menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana langsung kepada pokok persoalan, apalagi bila massa yang hendak kita targetkan adalah buruh atau masyarakat awam.

Selain itu metode selebaran membutuhkan tehnik advokasi dan keamanan yang sungguh-sungguh canggih, karena apabila sampai kita lalai dalam hal keamanan inimaka akibatnya bisa membahayakan personal ataupun organisasi. Sebagai contoh ketika kita hendak membagikan selebaran, misal kita pilih di A untuk membagikan disuatu wilayah tertentu maka kita tidak boleh membiarkannya pergi sendirian tanpa pantauan dari tim keamanan yang kita bentuk sebelumnya. Setidaknya, ketika terjadi sesuatu yang tidak kita kehendaki maka dapat segera melakukan advokasi terhadapnya.

Selain keamanan seperti itu usahakanlah pembagian selebaran dilakukan secara serentak disemua wilayah yang hendak kita jangkau, hal ini dilakukan guna mengancam sentralitas pantauan aparat. kita harus dapat mengatur waktu secara matang dan disiplin, sebagai contoh, apabila kita menentukan waktu pembagian disemua wilayah adalah pukul 10.00 wib dan harus selesai pukul 12.00 wib, maka semua tenaga pembagi selebaran harus mentaati ketentuan tersebut demi keamanan mereka sendiri dan apabila ada salah seorang tenaga pembagi tidak kembali sesuai dengan waktu yang ditentukan maka kita harus segera mencari informasi secepat mungkin, ini tentunya untuk menghindari penculikan atau penangkapan yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Memang terasa sedikit rumit, akan tetapi apabila kita sudah biasa menggunakannya maka kita akan terbiasa. Dan kenapa kita perlu keamanan yang ketat, karena tentunya untuk mengantisipasi korban dengan caramenggunakan tehnik yang matang.

Berapa kali kita harus membagikan selebaran kepada massa? Hal ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan sumber daya dan finansial yang ada, selain juga target yang kita kehendaki. Pembagian selebaran tidak harus satu kali, bila dilakukan beberapa kali tentunya opini yang akan tergabung juga semakin baik. tetapi sebagai catatan, kita tidak boleh melupakan keamanan dan dana.

Sebagai contoh, kita hendak mengangkat isu tentang kenaikan harga BBM, bisa saja kita membagikan selebaran secara rutin. apabila kesadaran massa masih lemah tentang hubungan kenaikan harga BBM ini dengan mereka tentunya massa tidak akan mau turut dalam aksi tersebut. tetapi apabila mereka telah memahami tentang pentingnya sebuah aksi buat mereka maka tanpa diminta lagi mereka akan dengan sukarela mengikutinya. Metode selebaran ini biasanya dipakai bila kita hendak menjangkau massa diluar massa solid yang kita miliki dan aksi yang akan dilakukan adalah aksi massa besar.

Next » 1 » 2 » 3