Social Items


kami yang bertanda tangan dibawah ini, adalah kumpulan pelaku sejarah dalam perjalanan politik bangsa indonesia, melalui upaya-upaya perlawanan politik terhadap sebuah rezim, khususnya orde baru, demi mewujudkan tegaknya kedaulatan bangsa, dilaksanakan pembangunan yang memihak rakyat jelata, dan terwujudnya keadilan, kebenaran dan dihormatinya hak-hak azazi manusia masing-masing individu rakyat indonesia.

Menyadari pentingnya mengawal transisi demokrasi di indonesia, khususnya yang tercermin dalam pergeseran kekuasaan yang akan terjadi pada tahun 2014, lebih khusus lagi dalam menentukan pilihan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, kami bermaksud menyatakan sikap yang memihak, sebagai bagian tanggung-jawab kami pada sejarah bangsa kedepan, antara lain:
  1. Kami melihat sampai saat ini, setelah indonesia merdeka sepanjang 69 tahun, nasib bangsa kita masih dalam cengkeraman asing dan komparadornya yang melanjutkan esensi kolonialisme. hal ini di tunjukan dengan dominasi penguasaan aset-aset strategis bangsa, berupa ladang-ladang minyak, tambang, hutan, dan lain sebagainya. pada saat bersamaan, rakyat indonesia menjadi penonton dan teralienasi atas pembangunan yang sedang berlangsung.
  2. Kami melihat sampai saat ini, struktur masyarakat kolonial masih berlangsung, dimana bangsa kita menjadi bangsa kuli di dalam negeri dan menjadi kuli di negara-negara tetangga sampai ke timur tengah. negara tidak tegas dalam menjamin adanya lapangan kerja yang layak, kehidupan yang layak dan distribusi yang adil bagi segenap rakyat.
  3. Kami melihat demokrasi yang berlangsung, adalah demokrasi super liberal, yang melahirkan wakil-wakil rakyat yang tidak amanah, tidak mengurus rakyatnya, dan cenderung melahirkan produk-produk legal yang mengokohkan dominasi asing atas bangsa kita, dominasi kaum kapitalis atas rakyat miskin, dan politik anti kesejahteraan. Demokrasi liberal ini juga menciptakan ketegangan sosial yang memungkinkan hilangnya keselarasan, harmoni dan sipat/sikap gotong royong bangsa, sebagai warisan luhur pendiri republik. Berbagai konflik sosial yang terjadi, khususnya beberapa tahun belakangan ini, yakni di poso, mesuji, sampang dan berbagai bentuk lainnya yang terjadi karena alasan perbedaan agama, keyakinan dan pandangan hidup di akibatkan pilihan kita meninggalkan amanat sila ke 4 pancasila, yakni musyawarah dan mufakat. Untuk itu:
    • Kami menginginkan terwujudnya indonesia yang besar, berdaulat, anti kapitalisme dan imperialisme asing dan lokal dan bercita-cita hanya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat indonesia, hingga sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya.
    • Kami menginginkan terwujudnya strategi pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang bersandarkan pada daya saing, kerja keras serta disiplin, namun meletakan rakyat sebagai subjek pembangunan.
    • Kami menginginkan terwujudnya reformasi Agraria (landreform) dibidang pertanian dan penghentian merajalelanya sistem kontrak dan outsourcing dibidang hubungan kerja.


PERNYATAAN SIKAP
Setelah mempelajari calon kandidat presiden dan wakil presiden indonesia 2014-2019 dengan seksama, dan hati-hati, melihat visi misi yang mereka kemukakan, baik dalam dokumen-dokumen resmi maupun dalam jejak-jejak kehidupannya, Kami melihat kesesuaian tujuan kami dengan calon presiden Letjen P. PRABOWO SUBIANTO dan cawapres Ir. HATTA RAJASA. Hal itu antara lain, adanya keinginan kuat dari mereka untuk menegakkan kedaulatan bangsa, menghadirkan peran negara yang kuat untuk melindungi kepentingan rakyat kecil, mensejahterakan rakyat, menciptakan harmoni dan gotong royong dan menjadikan indonesia sebagai bangsa besar, berdaya saing tinggi serta meletakan rakyat sebagai subjek pembangunan.

DEKLARASI
Kami aktivis-aktivis Front Buruh Indonesia Raya, SBSI 1992, Prodem, Serikat Rakyat Miskin Kota, Gasbumi dan Gaspermindo atas kesadaran kami, jiwa kami, bathin kami, kecintaan kami pada negara dan bangsa indonesia, serta mengharap Ridho ALLAH SWT, Menyatakan:
MENDUKUNG CAPRES DAN CAWAPRES (LETJEN P. PRABOWO SUBIANTO DAN Ir. HATTA RAJASA)
kordinator
Dr. (cand) Syahganda Nainggolan, MT
Sekretaris
Rinjani

Aliansi aktivis dukung Prabowo-Hatta


kami yang bertanda tangan dibawah ini, adalah kumpulan pelaku sejarah dalam perjalanan politik bangsa indonesia, melalui upaya-upaya perlawanan politik terhadap sebuah rezim, khususnya orde baru, demi mewujudkan tegaknya kedaulatan bangsa, dilaksanakan pembangunan yang memihak rakyat jelata, dan terwujudnya keadilan, kebenaran dan dihormatinya hak-hak azazi manusia masing-masing individu rakyat indonesia.

Menyadari pentingnya mengawal transisi demokrasi di indonesia, khususnya yang tercermin dalam pergeseran kekuasaan yang akan terjadi pada tahun 2014, lebih khusus lagi dalam menentukan pilihan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, kami bermaksud menyatakan sikap yang memihak, sebagai bagian tanggung-jawab kami pada sejarah bangsa kedepan, antara lain:
  1. Kami melihat sampai saat ini, setelah indonesia merdeka sepanjang 69 tahun, nasib bangsa kita masih dalam cengkeraman asing dan komparadornya yang melanjutkan esensi kolonialisme. hal ini di tunjukan dengan dominasi penguasaan aset-aset strategis bangsa, berupa ladang-ladang minyak, tambang, hutan, dan lain sebagainya. pada saat bersamaan, rakyat indonesia menjadi penonton dan teralienasi atas pembangunan yang sedang berlangsung.
  2. Kami melihat sampai saat ini, struktur masyarakat kolonial masih berlangsung, dimana bangsa kita menjadi bangsa kuli di dalam negeri dan menjadi kuli di negara-negara tetangga sampai ke timur tengah. negara tidak tegas dalam menjamin adanya lapangan kerja yang layak, kehidupan yang layak dan distribusi yang adil bagi segenap rakyat.
  3. Kami melihat demokrasi yang berlangsung, adalah demokrasi super liberal, yang melahirkan wakil-wakil rakyat yang tidak amanah, tidak mengurus rakyatnya, dan cenderung melahirkan produk-produk legal yang mengokohkan dominasi asing atas bangsa kita, dominasi kaum kapitalis atas rakyat miskin, dan politik anti kesejahteraan. Demokrasi liberal ini juga menciptakan ketegangan sosial yang memungkinkan hilangnya keselarasan, harmoni dan sipat/sikap gotong royong bangsa, sebagai warisan luhur pendiri republik. Berbagai konflik sosial yang terjadi, khususnya beberapa tahun belakangan ini, yakni di poso, mesuji, sampang dan berbagai bentuk lainnya yang terjadi karena alasan perbedaan agama, keyakinan dan pandangan hidup di akibatkan pilihan kita meninggalkan amanat sila ke 4 pancasila, yakni musyawarah dan mufakat. Untuk itu:
    • Kami menginginkan terwujudnya indonesia yang besar, berdaulat, anti kapitalisme dan imperialisme asing dan lokal dan bercita-cita hanya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat indonesia, hingga sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya.
    • Kami menginginkan terwujudnya strategi pembangunan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang bersandarkan pada daya saing, kerja keras serta disiplin, namun meletakan rakyat sebagai subjek pembangunan.
    • Kami menginginkan terwujudnya reformasi Agraria (landreform) dibidang pertanian dan penghentian merajalelanya sistem kontrak dan outsourcing dibidang hubungan kerja.


PERNYATAAN SIKAP
Setelah mempelajari calon kandidat presiden dan wakil presiden indonesia 2014-2019 dengan seksama, dan hati-hati, melihat visi misi yang mereka kemukakan, baik dalam dokumen-dokumen resmi maupun dalam jejak-jejak kehidupannya, Kami melihat kesesuaian tujuan kami dengan calon presiden Letjen P. PRABOWO SUBIANTO dan cawapres Ir. HATTA RAJASA. Hal itu antara lain, adanya keinginan kuat dari mereka untuk menegakkan kedaulatan bangsa, menghadirkan peran negara yang kuat untuk melindungi kepentingan rakyat kecil, mensejahterakan rakyat, menciptakan harmoni dan gotong royong dan menjadikan indonesia sebagai bangsa besar, berdaya saing tinggi serta meletakan rakyat sebagai subjek pembangunan.

DEKLARASI
Kami aktivis-aktivis Front Buruh Indonesia Raya, SBSI 1992, Prodem, Serikat Rakyat Miskin Kota, Gasbumi dan Gaspermindo atas kesadaran kami, jiwa kami, bathin kami, kecintaan kami pada negara dan bangsa indonesia, serta mengharap Ridho ALLAH SWT, Menyatakan:
MENDUKUNG CAPRES DAN CAWAPRES (LETJEN P. PRABOWO SUBIANTO DAN Ir. HATTA RAJASA)
kordinator
Dr. (cand) Syahganda Nainggolan, MT
Sekretaris
Rinjani