Social Items

Bahaya terlalu berlebihan menggunakan media sosial

Bahaya Terlalu Berlebihan Menggunakan Media SocialKetika media sosial pertama kali populer, para pengguna biasanya hanya memposting status singkat tentang keseharian yang dijalaninya. Namun saat ini, banyak orang menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial sehingga lupa akan tujuan awal dibuatnya jejaring sosial tersebut. Seorang komedian asal Amerika, Jack Vale, memutuskan untuk memberikan sedikit kejutan kepada orang-orang di sekitarnya tentang bahaya berlebihan dalam berbagi informasi di jejaring sosial.

Vale mengunjungi beberapa akun Twitter dan Instagram dan mencari pengguna yang mungkin tinggal di sekitarnya. Setelah mengorek informasi lebih dalam tentang targetnya yang terdapat di profil media sosial mereka, Vale langsung menemui
mereka dan mulai sok asik dan sok kenal hanya dengan bermodalkan beberapa informasi tadi. Kita lihat apa saja reaksi orang-orang yang di isengi oleh Vale.
Silahkan luangkan waktu anda untuk sebentar menyaksikan video di bawah ini.







9 HAL YANG TIDAK SEHARUSNYA ANDA BAGIKAN DI JEJARING SOSIAL

  1. Masalah Pribadi Di Facebook, pengguna dapat mengirim pesan pribadi, gambar atau video ke dinding pengguna lain. Dinding dapat dilihat oleh semua orang, sedangkan pesan hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima, seperti e-mail. Jika itu bukan seseorang yang anda percayai untuk memegang rahasia, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat, lebih baik tidak membagikannya ke khalayak umum. Hal ini berlaku juga di jejaring sosial lainnya.
  2. Rencana Bersosialisasi, Berbagi rencana sosial agar dapat dilihat semua orang bukanlah ide yang baik. Kecuali anda ingin mengadakan pesta atau acara dan mengundang beberapa teman supaya tidak ada satupun yang absen. Ada juga beberapa masalah keamanan yang dipertaruhkan di sini. Bayangkan sebuah skenario di mana pacar anda tahu kalau di acara tersebut ada sang mantan anda, perang dunia ketiga bisa saja tak terelakkan.
  3. Berbagi Link Seputar Kehidupan Pribadi, Pada tahun 2009, terdapat kasus dimana seorang karyawan tertangkap basah melakukan penyelewengan dalam pekerjaan. Karyawan meminta untuk 'diistirahatkan' di akhir pekan karena dia sakit, namun kemudian dia posting gambar pada profil Facebook-nya sendiri di sebuah pesta akhir pekan yang sama. Berita itu sampai ke telinga sang direktur dan akhirnya sang karyawan "teladan" pun dipecat.
  4. Informasi Perusahaan, Sophos; sebuah perusahaan keamanan perangkat lunak, menemukan bahwa 63 persen perusahaan takut jika karyawan mereka berbagi mengenai informasi perusahaan di situs jejaring sosial (Sumber: ReadWriteWeb). Jika anda ingin menginformasikan hal tersebut, anda harus selektif dan mengirimnya melalui e-mail pribadi. Banyak perusahaan yg sangat serius dalam membatasi karyawannya mengakses situs jejaring sosial di tempat kerja. Beberapa departemen IT bahkan menyaring URL dan memblokir akses ke situs-situs tersebut, sehingga karyawan tidak tergoda untuk login.
  5. Photo Anak, Situs jejaring sosial adalah tempat umum bagi seseorang untuk berbagi foto-foto keluarga mereka, terutama jika anda tidak membatasi pengguna lain untuk mengaksesnya. Ini bisa jadi mangsa empuk bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi tindak kejahatan. Jika anda memposting foto-foto keluarga dan memberi keterangan "Saya dan istri sedang pergi ke luar kota untuk kunjungan kerja, semoga anak kami betah tinggal berdua dengan si mbok" maka keselamatan anak-anak anda bisa berisiko. Tidak ada yang pernah berpikir hal jahat tidak akan terjadi sampai hal tersebut benar-benar menjadi kenyataan.
  6. Alamat dan Nomor Telepon, Berkas yg satu ini di bawah risiko keamanannya. Jika anda berbagi alamat dan nomor telepon di situs jejaring sosial, itu membuka diri untuk ancaman pencurian identitas dan bahaya pribadi lainnya seperti pencurian. Jika anda menginformasikan hari ini sedang berlibur bersama keluarga ke luar kota dan di profil anda terdapat alamat beserta nomor telepon, maka semua orang tahu bahwa rumah anda sedang kosong. Pencuri bisa saja mampir ke alamat tersebut.
  7. Informasi Keuangan Pribadi, Pertimbangkan skenario ini: Anda posting di dinding teman tentang krisis perbankan yang terjadi akhir-akhir ini. Anda mengatakan hal ini, "Saya tidak perlu khawatir karena saya menabung di Bank A," atau bahkan "Tenang, Saya telah berinvestasi di Saham A perusahaan A". Sekali lagi, ada 40% pengguna lain yang dapat melihat profil anda, lalu tiba-tiba pencuri identitas tahu di mana bank tempat biasa anda menabung dan di mana anda memiliki sebagian besar investasi. Yang terbaik adalah menghindari bicara seperti itu sama sekali.
  8. Petunjuk Password, Sebagian besar situs web yang berisi informasi pribadi aman memerlukan password juga memiliki setidaknya satu petunjuk sandi jika sewaktu-waktu anda lupa. Kurang lebih seperti ini: Anda mendaftar untuk sesuatu seperti online banking dan anda mendapatkan username dan password untuk login, kemudian memilih pertanyaan keamanan apabila lupa password. Apa nama hewan peliharaan pertama anda?
    Siapa nama ibu anda?
    Siapa nama guru pertama anda?
    Hal ini juga termasuk dalam menentukan susunan password, karena biasanya pengguna mengaitkannya dengan tanggal lahir, tanggal jadian, nama hewan peliharaan, nama kekasih, atau berbagai kemungkinan lainnya. Berpikirlah sebelum anda posting sesuatu yang dapat membahayakan informasi tersebut di jejaring sosial.
  9. Apapun yang Tidak Ingin Anda Bagikan, Anda dapat memilih semua pengaturan privasi yang anda inginkan pada situs jejaring sosial. Jika sudah terlanjur mengaturnya tidak private, tentu akan memiliki potensi untuk dilihat oleh semua orang yang anda tidak ingin melihatnya .


KESIMPULANNYA
Kita ambil hikmah. Media social atau jejaring sosial memang awalnya dibuat untuk dipublikasikan kepada khalayak umum. Apapun yang anda bagikan di media sosial tentu akan menjadi santapan bagi publik. Jangan pernah katakan "Ah itu privasi saya, kenapa kamu harus ikut campur urusan orang lain". Menurut saya itu adalah sebuah pernyataan yang sangat bodoh.

Saya sendiri yang membagikannya kepada publik, kenapa orang lain dimarahi ketika menyinggung sesuatu yang sudah anda bagikan di media sosial? Terdengar lucu ya?. Eksis boleh, tapi alangkah bijaksananya jika kita menggunakan media sosial sesuai kebutuhan. Tentu saja kejahatan yang timbul karena berinteraksi dengan orang lain di Internet dapat diminimalisir seandainya kita berhati- hati dalam memberikan informasi tentang identitas kita maupun dalam berinteraksi dengan orang yang tidak kita kenal.



Source

Bahaya Terlalu Berlebihan Menggunakan Media Social

Bahaya terlalu berlebihan menggunakan media sosial

Bahaya Terlalu Berlebihan Menggunakan Media SocialKetika media sosial pertama kali populer, para pengguna biasanya hanya memposting status singkat tentang keseharian yang dijalaninya. Namun saat ini, banyak orang menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial sehingga lupa akan tujuan awal dibuatnya jejaring sosial tersebut. Seorang komedian asal Amerika, Jack Vale, memutuskan untuk memberikan sedikit kejutan kepada orang-orang di sekitarnya tentang bahaya berlebihan dalam berbagi informasi di jejaring sosial.

Vale mengunjungi beberapa akun Twitter dan Instagram dan mencari pengguna yang mungkin tinggal di sekitarnya. Setelah mengorek informasi lebih dalam tentang targetnya yang terdapat di profil media sosial mereka, Vale langsung menemui
mereka dan mulai sok asik dan sok kenal hanya dengan bermodalkan beberapa informasi tadi. Kita lihat apa saja reaksi orang-orang yang di isengi oleh Vale.
Silahkan luangkan waktu anda untuk sebentar menyaksikan video di bawah ini.







9 HAL YANG TIDAK SEHARUSNYA ANDA BAGIKAN DI JEJARING SOSIAL

  1. Masalah Pribadi Di Facebook, pengguna dapat mengirim pesan pribadi, gambar atau video ke dinding pengguna lain. Dinding dapat dilihat oleh semua orang, sedangkan pesan hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima, seperti e-mail. Jika itu bukan seseorang yang anda percayai untuk memegang rahasia, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat, lebih baik tidak membagikannya ke khalayak umum. Hal ini berlaku juga di jejaring sosial lainnya.
  2. Rencana Bersosialisasi, Berbagi rencana sosial agar dapat dilihat semua orang bukanlah ide yang baik. Kecuali anda ingin mengadakan pesta atau acara dan mengundang beberapa teman supaya tidak ada satupun yang absen. Ada juga beberapa masalah keamanan yang dipertaruhkan di sini. Bayangkan sebuah skenario di mana pacar anda tahu kalau di acara tersebut ada sang mantan anda, perang dunia ketiga bisa saja tak terelakkan.
  3. Berbagi Link Seputar Kehidupan Pribadi, Pada tahun 2009, terdapat kasus dimana seorang karyawan tertangkap basah melakukan penyelewengan dalam pekerjaan. Karyawan meminta untuk 'diistirahatkan' di akhir pekan karena dia sakit, namun kemudian dia posting gambar pada profil Facebook-nya sendiri di sebuah pesta akhir pekan yang sama. Berita itu sampai ke telinga sang direktur dan akhirnya sang karyawan "teladan" pun dipecat.
  4. Informasi Perusahaan, Sophos; sebuah perusahaan keamanan perangkat lunak, menemukan bahwa 63 persen perusahaan takut jika karyawan mereka berbagi mengenai informasi perusahaan di situs jejaring sosial (Sumber: ReadWriteWeb). Jika anda ingin menginformasikan hal tersebut, anda harus selektif dan mengirimnya melalui e-mail pribadi. Banyak perusahaan yg sangat serius dalam membatasi karyawannya mengakses situs jejaring sosial di tempat kerja. Beberapa departemen IT bahkan menyaring URL dan memblokir akses ke situs-situs tersebut, sehingga karyawan tidak tergoda untuk login.
  5. Photo Anak, Situs jejaring sosial adalah tempat umum bagi seseorang untuk berbagi foto-foto keluarga mereka, terutama jika anda tidak membatasi pengguna lain untuk mengaksesnya. Ini bisa jadi mangsa empuk bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi tindak kejahatan. Jika anda memposting foto-foto keluarga dan memberi keterangan "Saya dan istri sedang pergi ke luar kota untuk kunjungan kerja, semoga anak kami betah tinggal berdua dengan si mbok" maka keselamatan anak-anak anda bisa berisiko. Tidak ada yang pernah berpikir hal jahat tidak akan terjadi sampai hal tersebut benar-benar menjadi kenyataan.
  6. Alamat dan Nomor Telepon, Berkas yg satu ini di bawah risiko keamanannya. Jika anda berbagi alamat dan nomor telepon di situs jejaring sosial, itu membuka diri untuk ancaman pencurian identitas dan bahaya pribadi lainnya seperti pencurian. Jika anda menginformasikan hari ini sedang berlibur bersama keluarga ke luar kota dan di profil anda terdapat alamat beserta nomor telepon, maka semua orang tahu bahwa rumah anda sedang kosong. Pencuri bisa saja mampir ke alamat tersebut.
  7. Informasi Keuangan Pribadi, Pertimbangkan skenario ini: Anda posting di dinding teman tentang krisis perbankan yang terjadi akhir-akhir ini. Anda mengatakan hal ini, "Saya tidak perlu khawatir karena saya menabung di Bank A," atau bahkan "Tenang, Saya telah berinvestasi di Saham A perusahaan A". Sekali lagi, ada 40% pengguna lain yang dapat melihat profil anda, lalu tiba-tiba pencuri identitas tahu di mana bank tempat biasa anda menabung dan di mana anda memiliki sebagian besar investasi. Yang terbaik adalah menghindari bicara seperti itu sama sekali.
  8. Petunjuk Password, Sebagian besar situs web yang berisi informasi pribadi aman memerlukan password juga memiliki setidaknya satu petunjuk sandi jika sewaktu-waktu anda lupa. Kurang lebih seperti ini: Anda mendaftar untuk sesuatu seperti online banking dan anda mendapatkan username dan password untuk login, kemudian memilih pertanyaan keamanan apabila lupa password. Apa nama hewan peliharaan pertama anda?
    Siapa nama ibu anda?
    Siapa nama guru pertama anda?
    Hal ini juga termasuk dalam menentukan susunan password, karena biasanya pengguna mengaitkannya dengan tanggal lahir, tanggal jadian, nama hewan peliharaan, nama kekasih, atau berbagai kemungkinan lainnya. Berpikirlah sebelum anda posting sesuatu yang dapat membahayakan informasi tersebut di jejaring sosial.
  9. Apapun yang Tidak Ingin Anda Bagikan, Anda dapat memilih semua pengaturan privasi yang anda inginkan pada situs jejaring sosial. Jika sudah terlanjur mengaturnya tidak private, tentu akan memiliki potensi untuk dilihat oleh semua orang yang anda tidak ingin melihatnya .


KESIMPULANNYA
Kita ambil hikmah. Media social atau jejaring sosial memang awalnya dibuat untuk dipublikasikan kepada khalayak umum. Apapun yang anda bagikan di media sosial tentu akan menjadi santapan bagi publik. Jangan pernah katakan "Ah itu privasi saya, kenapa kamu harus ikut campur urusan orang lain". Menurut saya itu adalah sebuah pernyataan yang sangat bodoh.

Saya sendiri yang membagikannya kepada publik, kenapa orang lain dimarahi ketika menyinggung sesuatu yang sudah anda bagikan di media sosial? Terdengar lucu ya?. Eksis boleh, tapi alangkah bijaksananya jika kita menggunakan media sosial sesuai kebutuhan. Tentu saja kejahatan yang timbul karena berinteraksi dengan orang lain di Internet dapat diminimalisir seandainya kita berhati- hati dalam memberikan informasi tentang identitas kita maupun dalam berinteraksi dengan orang yang tidak kita kenal.



Source